Robinhood Chain Kehilangan Momentum, Transaksi Harian Anjlok 42%
Robinhood Chain sedang lesu. Transaksi harian turun 42% sejak pertengahan September — dari 10,8 juta menjadi 6,2 juta per hari. Alamat aktif harian juga anjlok 31%.
Penurunan ini menyebar dari biaya transaksi ke aktivitas trading. Padahal Robinhood masih membayar network fee untuk swap token senilai di atas 50 sen yang pelanggan lakukan lewat Robinhood Wallet.
Trading Turun, Tapi Uangnya Tidak Kabar
Volume spot trading mingguan turun 21% menjadi $7,45 miliar dari $9,46 miliar minggu sebelumnya. Sekitar 77% volume itu ditangani Uniswap. Deposito di aplikasi lending dan trading rantai justru naik 2% jadi $1,04 miliar, dan suplai stablecoin juga naik jadi sekitar $1,10 miliar. Futures volume bahkan naik 26%.
Biaya Jaringan Juga Anjlok
Pengguna membayar sekitar $65.000 per hari dalam network fees selama 2–8 Oktober, turun 39% dari minggu sebelumnya. Itu jauh di bawah $8 juta yang dikumpulkan rantai di hari tersibuk pada awal September.
Robinhood Masih Berusaha
Arcus mulai memberikan poin reward ekstra sejak 1 Oktober untuk swap saham-token yang dilakukan lewat Robinhood Wallet. Robinhood menunda batas akhir promo biaya — yang seharusnya berakhir 29 September. Sekarang perusahaan akan terus membayar network fee untuk swap di atas 50 sen hingga 31 Desember. Itu artinya kurang dari tiga bulan untuk menggerakkan $1 miliar deposito itu trading lagi.
Kenapa Ini Buat Kamu
Kalau kamu pengguna Robinhood Wallet atau suka DeFi bergaya broker, ini sinyal penting. Biaya rendah bukan jaminan orang tetap pakai. Kalau aktivitas terus turun, promo harus berakhir — dan kalau tidak ada perbaikan, kompetisi dari chain lain bakal ambil alih pengguna.